Proyek Irigasi Taripa–Mantadulu Dikritik, Nindya Karya Akan Lakukan Evaluasi

 


LUWU TIMUR, BICARABAIK – PT Nindya Karya selaku pelaksana proyek rehabilitasi irigasi di Desa Taripa dan Desa Mantadulu, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur, menyatakan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek yang tengah berjalan.

Sikap tersebut disampaikan sebagai respons atas sorotan dan kritik yang sebelumnya dilontarkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LIRA terkait kualitas dan pengawasan pekerjaan di lapangan.

Koordinator Pengawas Lapangan PT Nindya Karya, Obi, menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap setiap masukan dan kritik yang disampaikan masyarakat maupun LSM. Menurutnya, kritik tersebut justru menjadi bagian penting dalam upaya perbaikan kualitas pekerjaan.

“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada LSM LIRA serta rekan-rekan media yang telah menjalankan fungsi kontrol sosial. Masukan dari luar sangat membantu kami untuk melihat kekurangan teknis yang mungkin luput dari pengawasan internal,” ujar Obi, Sabtu (10/1/2026).

Obi mengakui, keterbatasan jumlah personel pengawas di lapangan serta tingginya beban administrasi menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan proyek. Kondisi tersebut berdampak pada pengawasan yang belum dapat dilakukan secara maksimal di seluruh titik pekerjaan.

“Padatnya laporan administrasi membuat kami tidak bisa berada di satu lokasi secara terus-menerus. Tanpa masukan dari masyarakat dan LSM, kekurangan teknis di lapangan bisa saja tidak terdeteksi lebih cepat,” ungkapnya.

Meski demikian, PT Nindya Karya memastikan seluruh catatan dan kritik yang disampaikan akan segera ditindaklanjuti. Sejumlah aspek teknis disebut telah menjadi prioritas pembenahan, termasuk penggunaan peralatan kerja sesuai standar serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

“Kritik ini menjadi bahan evaluasi besar bagi kami. Ke depan, kami akan memastikan penggunaan mesin pengaduk semen (molen), kelengkapan alat pelindung diri (APD) bagi pekerja, serta pengetatan pengawasan mutu material di lapangan,” tambah Obi.

Selain itu, koordinasi internal antar tim pengawas juga akan diperkuat guna mencegah terulangnya kesalahan serupa pada tahapan pekerjaan berikutnya.

Menurut Obi, langkah klarifikasi dan evaluasi ini merupakan wujud tanggung jawab PT Nindya Karya dalam menjaga kepercayaan publik, khususnya masyarakat Kabupaten Luwu Timur.

“Kami ingin proyek rehabilitasi irigasi ini benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Taripa dan Desa Mantadulu. Masukan dari LSM LIRA menjadi koreksi penting sebelum pekerjaan memasuki tahap akhir,” pungkasnya. (AB)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama