Sinergi FKUB, Kemenag, dan Pemda, Prof Zainal Optimistis Sulteng Jadi Rujukan Moderasi Beragama

Fhoto:Bicarabaik.my.id

Bicarabaik.my.id- Sulteng- FKUB SULTENG, Sulawesi Tengah tengah bersiap melakukan lompatan besar dalam peta kerukunan nasional. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag, menegaskan optimisme bahwa Bumi Tadulako dapat menjadi daerah rujukan moderasi beragama di Indonesia.

Optimisme tersebut disampaikan Prof. Zainal saat memimpin kunjungan silaturahmi pengurus FKUB Sulteng ke Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulawesi Tengah, Rabu (21/1/2026). Rombongan FKUB disambut langsung Kepala Kanwil Kemenag Sulteng yang baru dilantik, Dr. H. Junaidin, S.Ag., M.A.

Menurut Prof. Zainal, dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara FKUB, Kemenag, dan pemerintah daerah, indeks kerukunan umat beragama di Sulawesi Tengah diyakini akan terus meningkat.

Rais Syuriyah PBNU itu menilai harapan menjadikan Sulawesi Tengah sebagai daerah rujukan kerukunan bukanlah cita-cita yang berlebihan.

“Kalau mau melihat keamanan dan kerukunan, datanglah ke Sulawesi Tengah. Ini bukan cita-cita yang terlalu melangit. Dengan kolaborasi Pemda, Kemenag, dan FKUB, saya yakin ini bisa terwujud,” ujar Prof. Zainal.

Ia juga menyinggung masih adanya stigma negatif dari sebagian pihak luar terhadap Sulawesi Tengah. Karena itu, sinergi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk membersihkan stigma tersebut melalui kerja-kerja nyata merawat kerukunan dan penguatan moderasi beragama.

Dalam kesempatan itu, Prof. Zainal menyampaikan tantangan yang dihadapi FKUB Sulteng, salah satunya terkait efisiensi anggaran yang berdampak pada berbagai instansi dan lembaga, termasuk FKUB.

Meski demikian, ia menegaskan kerja-kerja merawat kerukunan di akar rumput tidak boleh berhenti.

“Dengan segala keterbatasan anggaran, kami terus membangun komunikasi dan kemitraan agar program-program yang telah direncanakan tetap berjalan. Niat kami satu, mengabdi dan merawat kerukunan di Sulawesi Tengah,” tegasnya.

Salah satu langkah inovatif FKUB Sulteng adalah memperkuat program kemitraan dengan berbagai pihak. Prof. Zainal juga mengajak Kanwil Kemenag Sulteng untuk terus berjalan bersama dalam menjalankan program-program penguatan kerukunan dan moderasi beragama.

Ia berharap pola kolaborasi yang telah terbangun di tingkat provinsi dapat diturunkan hingga ke kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah, dengan dukungan penuh pemerintah daerah di semua jenjang.

“Apalagi kita berharap meraih Harmony Award 2026. Dengan sinergi Pemda, kabupaten/kota, dan provinsi, indeks kerukunan bisa meningkat dan target itu insyaallah dapat kita capai,” ujar Ketua MUI Kota Palu tersebut.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, Dr. H. Junaidin, S.Ag., M.A, menyambut baik kunjungan pengurus FKUB Sulteng. Ia mengaku telah merasakan langsung dampak positif dari berbagai program FKUB di bawah kepemimpinan Prof. Zainal.

“Eksistensi FKUB sangat terasa. FKUB hadir di tengah umat dan nyata dalam merawat kerukunan,” katanya.

Dr. Junaidin menegaskan bahwa merawat kerukunan merupakan salah satu program prioritas Kementerian Agama di bawah kepemimpinan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, sebagaimana tertuang dalam Asta Protas Kemenag.

Menurutnya, moderasi beragama bukan sekadar konsep, melainkan gagasan yang telah diterima luas oleh masyarakat dan terbukti membawa dampak positif, khususnya di Sulawesi Tengah.

Ia juga berkomitmen untuk mendukung penuh program-program FKUB serta menurunkannya hingga ke tingkat kabupaten dan kota agar terbangun komunikasi dan sinergi yang berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris FKUB Sulteng, Dr. H. Muh. Munif Godal, M.A, menegaskan tekad FKUB Sulteng untuk terus merawat kerukunan di Tanah Tadulako.

Ia juga menyampaikan harapan besar terhadap kepemimpinan Dr. Junaidin sebagai Kepala Kanwil Kemenag Sulteng.

“Kami berharap dari pertemuan ini terbangun kolaborasi dan sinergi yang semakin kuat antara FKUB dan Kemenag Sulawesi Tengah,” pungkasnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama