![]() |
| Fhoto:Bicarabaik.my.id |
Bicarabaik.my.id- Bogor — Presiden RI Prabowo Subianto memperingatkan para kepala daerah mengenai kondisi darurat sampah yang kian mendesak. Ia menyebut persoalan sampah terjadi di berbagai wilayah dan diproyeksikan hampir seluruh tempat pembuangan akhir (TPA) akan mengalami kelebihan kapasitas pada 2028, bahkan bisa lebih cepat.
“Saya ingin sampaikan kepada para kepala daerah bahwa masalah bangsa ini sekarang, yang sangat krusial adalah masalah sampah. Sampah ini menjadi masalah. Diproyeksikan hampir semua TPA sampah akan mengalami overcapacity pada tahun 2028, bahkan lebih cepat,” kata Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Senin (2/2).
Ia menjelaskan pemerintah pusat telah menginisiasi program pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy) di 34 titik. Total investasi proyek ini mencapai 3,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp58 triliun.
“Saya minta ground breaking beberapa bulan ini dilaksanakan. Ini kita perkirakan dua tahun lagi sudah berfungsi,” ujarnya.
Menurut Prabowo, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mengatasi persoalan sampah. Namun, karena situasi yang mendesak, pemerintah pusat akan mengambil peran utama dalam memimpin proyek tersebut.
Ia juga menuturkan bahwa sejumlah bupati telah melakukan berbagai inisiatif untuk menangani sampah di daerahnya. Pemerintah pusat saat ini tengah mempelajari upaya-upaya tersebut sebagai bahan pertukaran pengalaman.
“Sudah ada inisiatif beberapa bupati, improvisasi. Ini sedang kita pelajari, mungkin bisa saling menukar pengalaman penyelesaian sampah,” kata Prabowo.
“Kita perlu kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, tapi kita tidak boleh menunggu. Karena itu, bila perlu, demi kepentingan rakyat, pemerintah pusat yang akan memimpin,” tegasnya.
