![]() |
| Fhoto:Bicarabaik.my.id |
Bicarabaik.my.id- Kepulauan Selayar—Satuan Samapta Polres Kepulauan Selayar bersama Tim Resmob melaksanakan Patroli Perintis Presisi dalam rangka cipta kondisi kamtibmas dan penertiban penyakit masyarakat berupa peredaran minuman keras tanpa izin, Senin malam (2/3/2026) mulai pukul 21.00 Wita hingga selesai di wilayah Kota Benteng.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas atensi Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan menyusul terjadinya kasus dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam di Kecamatan Bontosikuyu yang diduga dipicu oleh konsumsi minuman keras. Patroli difokuskan di sejumlah titik rawan di Jalan Mappa Toba dan Jalan Pahlawan (Bonea), Kecamatan Benteng.
Kasat Samapta Polres Kepulauan Selayar AKP Abdul Malik menjelaskan bahwa patroli dilakukan secara preventif dan represif.
“Kami melaksanakan penyisiran dan pemeriksaan terhadap lokasi yang diduga menjadi tempat penjualan miras berdasarkan informasi masyarakat. Ini bagian dari upaya menjaga situasi tetap aman dan mencegah terjadinya tindak pidana,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, petugas berhasil mengamankan dua orang yang kedapatan menjual minuman keras jenis tuak. Selain itu, turut diamankan barang bukti berupa dua jirigen berisi tuak dengan total volume kurang lebih 10 liter. Pelaku beserta barang bukti selanjutnya dibawa ke Mapolres Kepulauan Selayar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh fungsi terkait.
Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan memberikan apresiasi atas langkah cepat personel di lapangan.
“Saya apresiasi Sat Samapta dan Resmob yang bergerak cepat menindaklanjuti atensi pimpinan. Ini harus konsisten dilakukan,” tegasnya.
Ia juga memerintahkan agar kegiatan serupa dilaksanakan di seluruh wilayah hukum Polres Kepulauan Selayar, khususnya di Kecamatan Bontosikuyu yang dalam beberapa waktu terakhir kerap terjadi tindak pidana yang dipicu oleh miras.
Kapolres menegaskan bahwa penertiban peredaran minuman keras akan terus digencarkan sebagai langkah preventif untuk menekan angka kriminalitas, sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di wilayah Kepulauan Selayar, terutama selama bulan Ramadan.
