![]() |
| Dok: Istimewa |
Bicarabaik | Denpasar– Ketua Umum Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Indonesia, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet mengajak seluruh elemen bangsa tanpa kecuali untuk membantu masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang baru saja terkena musibah gempa dahsyat 7,7 Skala Richter tanggal 15 Agustus 2026 yang lalu.
Gempa tersebut menyebabkan banyak korban meninggal, mengungsi dan kehilangan tempat tinggal.
"Saya mengajak seluruh elemen bangsa, pemerintah, swasta, ormas keagamaan, kampus, media, hingga masyarakat umum untuk bergerak bersama membantu saudara-saudara kita di NTT", kata Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet sebelum bertolak dari Denpasar , Minggu ( 30/8/2026 ) menuju NTT untuk kunjungan empati ke sejumlah tempat terdampak gempa.
Kunjungan empati para tokoh lintas agama yang tergabung di FKUB ini dimaksudkan untuk memberikan penguatan bagi para korban untuk bangkit dengan doa-doa mereka yang terbaik.
Ida Pangelingsir menekankan bahwa bencana gempa dahsyat ini adalah ujian kemanusiaan dan kebangsaan bagi masyarakat NTT.
"Gempa tidak memilih agama, suku, atau golongan. Maka pertolongan kita juga tidak boleh membeda-bedakan. Ini saatnya kita tunjukkan bahwa Indonesia adalah satu keluarga besar" lanjutnya.
Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat NTT dan TNI-Polri serta para relawan yang sudah berada di lapangan untuk membantu para korban.
"FKUB berkomitmen menjadi jembatan kerukunan agar bantuan kemanusiaan dapat disalurkan secara adil, merata, dan tepat sasaran." kata Ida Pangelingsir didampingi sejumlah pengurus Asosiasi FKUB Indonesia.
Ida Pangelingsir berharap musibah gempa ini dapat dijadikan sebagai penguat persaudaraan menguatkan kerukunan dan solidaritas seluruh anak bangsa.
"Kita bangkit bersama, dan kita pulihkan NTT bersama" ujarnya.
Dalam kesempatan itu, FKUB juga menyalurkan sekedar bantuan dan membuka posko penguatan kerukunan di titik-titik pengungsian.
"Ujian ini milik kita bersama, bukan hanya milik NTT " kata Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet.
Gempa 7,7 SR telah membuat banyak korban meninggal, kehilangan rumah dan masih banyak korban yang mengungsi.
"Saatnya kita bergerak. Saatnya kita tunjukkan Indonesia satu. Bantuan sekecil apapun sangat berarti. Doa dan uluran tangan kita, penguat bagi para korban gempa di NTT." katanya.
Saat ini pemerintah NTT & Swasta sedang melakukan percepatan penyaluran logistik, hunian sementara, dan layanan kesehatan serta pemulihan penangan pasca gempa.
Para tokoh lintas Agama menjaga narasi damai, menghilangkan hoax, menguatkan korban dengan doa-doa terbaik agar NTT kembali pulih seperti sedia kala.
Sumber: Moch.Isnaeni

Berita Terbaru