![]() |
| Nasri Wijaya Sekretaris Desa Bontotangnga Dalam Menyampaikan Sambutannya, Foto: Redaksi bicarabaik |
Bicarabaik | Kepulauan selayar — Suasana penuh keakraban dan haru mewarnai kegiatan Malam Ramah Tamah Mahasiswa KKN-T Angkatan XX Universitas Megarezky yang digelar di Dusun Tanabau, Desa Bontotangnga, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sabtu 29/8/2026.
Kegiatan tersebut menjadi momentum perpisahan sekaligus ungkapan terima kasih atas kebersamaan mahasiswa KKN-T Universitas Megarezky bersama Pemerintah Desa dan masyarakat selama melaksanakan berbagai program kerja di Desa Bontotangnga.
Dalam sambutannya, Sekretaris Desa Bontotangnga, Nasri Wijaya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh mahasiswa KKN-T yang telah hadir serta memberikan kontribusi melalui berbagai program kerja selama berada di desa.
“Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang telah membawa program kerja dan memberikan banyak warna perubahan bagi masyarakat Desa Bontotangnga. Kehadiran mahasiswa juga telah menumbuhkan semangat kerja sama dan kebersamaan bersama warga,” ungkap Nasri.
Menurutnya, kebersamaan yang terjalin selama pelaksanaan KKN-T bukan hanya memberikan manfaat melalui program-program yang telah dijalankan, tetapi juga meninggalkan kenangan yang indah bagi masyarakat.
Ia menuturkan, selama berada di Desa Bontotangnga, para mahasiswa berkesempatan berinteraksi dengan masyarakat di lima dusun. Meskipun terdapat berbagai perbedaan karakter, kebiasaan, maupun kondisi di setiap dusun, hal tersebut tidak menjadi penghalang untuk membangun komunikasi dan kebersamaan.
“Dalam berinteraksi dengan lima dusun, tentu ada banyak perbedaan. Namun, perbedaan itu bukan berarti menjadi penghalang bagi kita untuk membangun kebersamaan. Justru dari situlah kita belajar untuk saling memahami dan menghargai,” katanya.
Nasri juga menyampaikan permohonan maaf mewakili seluruh masyarakat Desa Bontotangnga apabila selama mahasiswa menjalankan kegiatan KKN-T terdapat kekurangan, baik dalam pelayanan maupun interaksi dengan warga.
“Kami memohon maaf apabila selama adik-adik berada di Bontotangnga ada hal-hal yang kurang berkenan. Kami mewakili seluruh masyarakat desa menyampaikan permohonan maaf,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Nasri berharap hubungan baik yang telah terjalin antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat tidak berakhir setelah masa KKN-T selesai. Ia menegaskan bahwa pintu Desa Bontotangnga akan selalu terbuka bagi para mahasiswa untuk kembali berkunjung.
“Pintu kami akan selalu terbuka lebar untuk adik-adik mahasiswa. Silakan datang kembali ke Bontotangnga kapan saja, meskipun nantinya bukan lagi dalam rangka melaksanakan KKN,” tuturnya.
Sementara itu, Fadli Armansyah selaku Koordinator Desa (Kordes) KKN-T Angkatan XX Universitas Megarezky, menyampaikan rasa terima kasih sekaligus permohonan maaf kepada Pemerintah Desa Bontotangnga dan seluruh masyarakat yang telah menerima, mendampingi, serta memberikan dukungan kepada mahasiswa selama melaksanakan kegiatan KKN-T.
“Atas nama seluruh mahasiswa KKN-T, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Desa Bontotangnga dan seluruh warga yang telah menerima kami dengan baik selama berada di desa ini. Kami juga memohon maaf apabila selama berinteraksi dan melaksanakan kegiatan terdapat tutur kata, sikap, maupun tindakan kami yang kurang berkenan di hati masyarakat,” ujar Fadli.
Fadli mengatakan, penerimaan dan dukungan dari pemerintah desa serta masyarakat menjadi bagian penting dalam terlaksananya berbagai program kerja mahasiswa. Selama berada di Bontotangnga, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran berharga dari kehidupan masyarakat.
“Kami membawa pulang banyak pengalaman dan kenangan dari Desa Bontotangnga. Kebersamaan dengan pemerintah desa dan masyarakat menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi kami,” tambahnya.
Malam ramah tamah tersebut menjadi momentum penuh makna bagi mahasiswa KKN-T Angkatan XX Universitas Megarezky dan masyarakat Desa Bontotangnga. Kebersamaan yang telah terjalin diharapkan tidak berhenti setelah berakhirnya masa KKN-T, tetapi tetap menjadi hubungan kekeluargaan yang terus terjaga di masa mendatang.

Berita Terbaru