Cegah bullying sejak dini, Foto: Ilustrasi

Bicarabaik |Kepulauan selayar — Upaya mencegah perundungan atau bullying terhadap anak dinilai perlu menjadi perhatian bersama, termasuk di lingkungan sekolah maupun tempat pengajian di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Sekolah dan tempat pengajian semestinya menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak untuk belajar, bermain, bersosialisasi, serta mengembangkan diri. Karena itu, upaya pencegahan bullying tidak cukup hanya dilakukan ketika persoalan sudah terjadi, tetapi perlu dibangun sejak dini.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah meningkatkan komunikasi antara pihak sekolah, pengelola tempat pengajian, dan orang tua. Pertemuan bersama orang tua secara berkala dapat menjadi ruang untuk memberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk perundungan, dampaknya terhadap anak, serta cara mencegah dan menanganinya.

Orang tua juga memiliki peran penting dalam mengawasi perilaku anak dan membangun kebiasaan saling menghargai sejak dari lingkungan keluarga. Anak perlu diberikan pemahaman bahwa mengejek, mengucilkan, mempermalukan, mengancam, maupun melakukan kekerasan terhadap teman bukanlah bagian yang dapat dibenarkan dalam pergaulan.

Di sisi lain, sekolah dan pengelola tempat pengajian perlu memiliki perhatian terhadap pola interaksi anak. Setiap tanda-tanda perundungan sebaiknya tidak dianggap sebagai candaan biasa, tetapi perlu dilihat secara serius dan ditangani dengan pendekatan yang mengutamakan keselamatan serta kepentingan anak.

Pertemuan yang melibatkan seluruh orang tua juga dapat menjadi langkah penting untuk membangun komitmen bersama. Dengan demikian, tanggung jawab mencegah bullying tidak hanya dibebankan kepada anak, tetapi menjadi tanggung jawab bersama antara orang tua, sekolah, pengelola tempat pengajian, dan lingkungan sekitar.

Upaya pencegahan sejak dini diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan dan pengajian yang lebih aman, sehingga setiap anak dapat belajar, bermain, dan bersosialisasi tanpa rasa takut, tertekan, maupun khawatir menjadi sasaran perundungan.