![]() |
| Pentingnya pelatihan petugas penyelenggara jenazah di setiap Dusun, Foto: Ilustrasi |
Bicarabaik | Kepulauan selayar— Ketersediaan petugas penyelenggara jenazah merupakan salah satu kebutuhan penting yang perlu mendapat perhatian di setiap dusun. Seiring perkembangan zaman, sejumlah dusun mulai menghadapi keterbatasan tenaga yang memiliki kemampuan dan pengalaman dalam menyelenggarakan pengurusan jenazah sesuai tuntunan agama.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pelatihan petugas penyelenggara jenazah dilakukan secara merata di setiap dusun. Selama ini, penyelenggaraan jenazah masih sering bergantung pada satu atau dua orang yang sudah berpengalaman. Jika mereka berhalangan, berada di luar daerah, atau tidak lagi mampu menjalankan tugas karena faktor usia, masyarakat dapat mengalami kesulitan.
Setiap dusun idealnya memiliki beberapa petugas yang terlatih dan siap membantu masyarakat ketika terjadi musibah kematian. Pelatihan tidak hanya memberikan pengetahuan tentang tata cara memandikan jenazah, tetapi juga mencakup tata cara mengkafani, menyalatkan, hingga proses pemakaman sesuai ketentuan agama.
Pelatihan ini juga menjadi bagian penting dalam proses regenerasi. Banyak petugas penyelenggara jenazah yang saat ini telah berusia lanjut, sementara keterlibatan generasi muda masih perlu ditingkatkan. Tanpa adanya kaderisasi, dikhawatirkan ketersediaan tenaga penyelenggara jenazah di masa mendatang akan semakin terbatas.
Hal tersebut juga mendapat perhatian dari masyarakat Desa Bontotangnga. Salah seorang warga Desa Bontotangnga menyampaikan bahwa pelatihan petugas penyelenggara jenazah perlu dilaksanakan di setiap dusun agar keterlibatan masyarakat dapat lebih luas dan merata.
“Menurut saya, pelatihan seperti ini sangat perlu dilakukan di setiap dusun. Dengan pelaksanaan per dusun, lebih banyak masyarakat yang dapat dilibatkan dan memiliki kesempatan untuk belajar serta memahami tata cara penyelenggaraan jenazah. Kalau pelatihan hanya dilaksanakan di kantor desa, tentu jumlah peserta akan terbatas karena undangan yang dapat diberikan juga tidak mungkin mencakup seluruh masyarakat,” ujarnya, Minggu 23/8/2026.
Ia berharap Pemerintah dapat mempertimbangkan pelaksanaan pelatihan secara bertahap di seluruh dusun agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat. Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk kader petugas penyelenggara jenazah di setiap dusun.
Karena itu, pemerintah desa bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lembaga kemasyarakatan diharapkan dapat mendorong pelaksanaan pelatihan petugas penyelenggara jenazah secara berkala. Setiap dusun dapat memiliki beberapa kader yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan untuk membantu warga kapan pun dibutuhkan.
Keberadaan petugas penyelenggara jenazah bukan sekadar persoalan keterampilan teknis. Menyelenggarakan jenazah merupakan bentuk kepedulian, pelayanan, dan tanggung jawab sosial kepada sesama warga, khususnya kepada keluarga yang sedang mengalami duka.
Dengan tersedianya petugas penyelenggara jenazah yang cukup di setiap dusun, masyarakat tidak lagi bergantung kepada satu atau dua orang saja. Adanya kader yang tersebar di setiap wilayah akan membuat pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, mudah, dan terorganisasi ketika terjadi musibah kematian.
Sudah saatnya pelatihan petugas penyelenggara jenazah menjadi salah satu program yang mendapat perhatian serius dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa Bontotangnga. Bukan karena kita mengharapkan musibah, melainkan karena kesiapan dalam menghadapi kematian merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan keagamaan.
Melalui pelatihan dan kaderisasi yang berkelanjutan, diharapkan setiap dusun di memiliki petugas penyelenggara jenazah yang kompeten, sehingga masyarakat dapat memberikan pelayanan terbaik kepada setiap warga yang meninggal dunia dengan penuh penghormatan, kepedulian, dan sesuai tuntunan agama.

Berita Terbaru