![]() |
| Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali selaku Pasikian 1500 Desa Adat menggelar pertemuan strategis di Puri Denbencingah Klungkung Bali, Dok: Istimewa |
Bicarabaik |Denpasar – Provinsi Bali memiliki keunikan tata kelola pemerintahan desa yang tidak dimiliki daerah lain. Di Bali dikenal 2 jenis desa yang hidup berdampingan sejak sebelum Indonesia merdeka: Desa Adat sebanyak 1500 dan Desa/Desa Dinas sebanyak 716 Desa dan Kelurahan.
Keduanya memiliki tugas dan wewenang masing-masing, namun saling mendukung dalam melayani masyarakat.
Dalam semangat itu, Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali selaku Pasikian 1500 Desa Adat menggelar pertemuan strategis di Puri Denbencingah Klungkung Bali, Sabtu (29/8/2026).
Pertemuan dipimpin langsung oleh Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet selaku Bandesa Agung MDA Provinsi Bali, Ketua Umum FKUB Provinsi Bali, sekaligus Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia.
Agenda utama yang dibahas adalah penataan dan pemberdayaan Padruwen Desa Adat - harta kekayaan Desa Adat berupa tanah, pura, balai, dan aset lainnya.
"Desa Adat fokus menjaga adat, agama, budaya, dan kerukunan. Desa Dinas fokus pada pemerintahan dan pembangunan. Ini dualitas yang saling menguatkan. Kalau dua-duanya kuat, maka Bali akan kuat", tegas Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet.
Ditambahkan bahwa tugas Desa Adat adalah mewujudkan kasukretan Desa Adat yang meliputi ketentraman, Kesejahteraan, kebahagiaan, dan kedamaian sakala dan niskala.
Beliau menekankan 3 kunci pengelolaan Padruwen: Legalitas harus jelas, Administrasi harus tertib, dan Pemanfaatan harus untuk kesejahteraan krama. Aset adat harus dikelola secara transparan dan produktif, namun tidak boleh lepas dari nilai-nilai sakral dan Tri Hita Karana.
Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara MDA dan Pemerintah Daerah, sekaligus nantinya membangun komunikasi yang baik antara Desa Adat dan Desa Dinas agar program adat dan program pemerintah berjalan selaras.
"Dengan Desa Adat yang mandiri dan Desa Dinas yang tertib, kita wujudkan Bali yang berbudaya dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045" tutup Bandesa Agung.
Sumber: Moch.Isnaeni

Berita Terbaru