Foto: Dok.Istimewa

Bicarabaik | Sintang — Tandan Kosong (Tankos) dan Solid Sawit, limbah dari pengolahan kelapa sawit, memiliki kandungan alami yang berpotensi menjadi alternatif solusi jangka panjang untuk memitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Kelompok Penyuluhan dan Pencegahan Satgas Karhutla TNI wilayah Kayan Hilir, Kolonel Arh Saptarendra P, ST, MM, di Kayan Hilir, Sintang, Kalimantan Barat, Senin (7/9/2026).

Saptarendra menjelaskan bahwa pada minggu kedua pelaksanaan tugas, Satgas Karhutla TNI yang dipimpin oleh Brigjen TNI Zamroni menemui Camat Kayan Hilir. Pertemuan tersebut digelar guna mendiskusikan berbagai kendala masyarakat sekaligus merumuskan langkah penanganan Karhutla.

"Dalam pertemuan itu, Pak Seberius Matius Akon, selaku Camat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Satgas TNI baik dalam rangka penyuluhan kepada perangkat desa, tokoh adat, masyarakat bahkan di sekolah," kata Saptarendra.

"Selain itu, beliau juga apresiasi rekomendasi Satgas TNI dalam mencari fomulasi pemupukan tanah mineral yang digunakan peladang," tambahnya.

Menurut Saptarendra, penggunaan abu pembakaran pohon sejauh ini menjadi satu-satunya cara yang diandalkan masyarakat lokal untuk menyuburkan lahan sebelum ditanami padi.

"Untuk itu, dari beberapa kegiatan bersama masyarakat dan potensi yang ada di wilayah maka ada secercah harapan untuk menggunakan Tankos dan Solid Sawit sebagai alternatif pupuk.," tegas Saptarendra.

Kandungan alami dalam tandan kosong dan solid sawit diyakini mampu menyuburkan tanah, membenahi struktur fisik, kimia, maupun biologi tanah, sekaligus menekan ketergantungan pada pupuk anorganik.

"Limbah ini berlimpah, namun belum dipergunakan secara optimal dikalangan masyarakat, khususnya untuk ladang," ungkap Saptarendra.

Atas dasar itu, Satgas mendorong Camat bersama Penyuluh Pertanian Kayan Hilir untuk menguji penerapan pupuk organik tersebut pada lahan ladang.

"Dari pertemuan itu, akan dicoba Tankos dan Solid di lahan mineral yang disiapkan serta sekaligus menguji pengaruhnya. Jika nanti hasilnya baik dan biaya tidak mahal maka bisa disosialisasikan kepada masyarakat yang tentunya dapat mengurangi ketergantungan pupuk dari pembakaran pohon," ujar alumni P4N 69 Lemhannas tersebut.

Di luar agenda tingkat kecamatan, Satgas TNI yang diwakili Kolonel Laut (KH) Chumaidi juga menjalin koordinasi dengan pihak PT Gunas guna memanfaatkan Tankos dan Solid sebagai bahan uji coba pupuk alternatif.

Sejalan dengan penjelasan Saptarendra, Camat Kayan Hilir S. Matius Akon mengonfirmasi bahwa limbah produksi berupa Tankos dan Solid memang tersedia di pabrik yang beroperasi di wilayah Kayan Hilir.

"Saya setuju untuk mencoba aplikasi ini, dan bisa kita siapkan beberapa lahan untuk dijadikan lahan percobaan," sebut Camat yang akrab disapa Pak Akon itu.

"Kita akan bantu fasilitasi sesuai kemampuan kita," tambahnya.

Merespons saran dari Satgas TNI, Penyuluh Pertanian Kayan Hilir Yuliana mengungkapkan bahwa Tankos dan Solid sejatinya sudah umum dipakai untuk menyuburkan lahan perkebunan sawit serta tanaman hortikultura.

"Namun kami memang belum menggunakan untuk tanaman padi. Oleh karenanya kami siap membantu , sehingga nanti kalau telah teruji bisa digunakan masyarakat," tutur Yuliana.

Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran personel Satgas TNI seperti Kolonel Kes Robi Mandolin, Babinsa Koramil 1205-17/Kayan Hilir, serta deretan perangkat Kecamatan Kayan Hilir.