Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Selayar, Abdul Rahman, S.E., M.M.,Dok: Istimewa
Bicarabaik | Kepulauan selayar— Pihak Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Kepulauan Selayar menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa warga di Batangmata Sapo.

Di tengah lonjakan tajam musibah kebakaran yang mencapai 117 kejadian pada tahun 2026 dengan 89 kejadian di antaranya merupakan kebakaran lahan, melambung tinggi dibanding tahun 2025 yang mencatatkan 30 kejadian. 
Damkarmat Kepulauan Selayar membeberkan pertimbangan teknis di balik penempatan sementara sejumlah unit armada pemadam kebakaran di Posko Induk Kecamatan Benteng seperti unit armada UPT Damkar Bontomatene
yang menjadi sorotan usai kebakaran di Batangmata sapo selatan.

Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Selayar, Abdul Rahman, S.E., M.M., menjelaskan bahwa unit armada upt damkar Bontomatene di tarik ke posko induk dgn alasan perbaikan beberapa komponen yg rusak meskipun tetap bisa di gunakan jika emergency.

“Jadi armada yang selama ini standby di Posko Damkar Bontomatene, sejak kejadian kecelakaan di Tajuia kami tarik untuk perbaikan beberapa komponen pada armada tersebut, namun tetap bisa digunakan jika emergency,” jelas Abdul Rahman, S.E., M.M. saat dikonfirmasi.

Rahman juga menambahkan bahwa terkait dengan penempatan armada lain di Posko Unit Kecamatan Benteng karena Kecamatan Benteng merupakan pusat poros wilayah Kepulauan Selayar. Langkah pemusatan armada diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan darurat dalam merespons potensi kebakaran yang dapat terjadi sewaktu-waktu di berbagai titik wilayah, baik di bagian utara, timur, maupun selatan Selayar.

"Kita tidak bisa memprediksi kapan dan di mana musibah kebakaran akan terjadi, apakah di utara, timur, atau selatan. Maka sebagai bentuk kesiagaan kami dengan segala keterbatasan dan kemampuan armada yang ada, untuk sementara armada dipusatkan di posko induk Benteng," ujar Rahman, Sabtu 3/10/2026 kepada Tim Redaksi  bicarabaik.

Dalam kesempatan tersebut, Rahman menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa warga di Batangmata Sapo.

"Selanjutnya tentu kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada korban musibah kebakaran di Batangmata Sapo. Ini menjadi keprihatinan kita bersama," ungkapnya.

Selain faktor lokasi strategis, tingginya frekuensi musibah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah daratan Selayar belakangan ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi pihak Damkarmat. Intensitas kejadian yang terjadi hampir setiap hari kerap memengaruhi jadwal perawatan  dan perbaikan termasuk Unit Armada Damkar UPT Bontomatene.

"Dengan intensitas kebakaran lahan yang bisa dikatakan hampir setiap hari terjadi di beberapa wilayah daratan Selayar, proses perbaikan dan pemeliharaan armada kadang terganggu," jelasnya.


Imbau 7 Langkah Pencegahan Kebakaran

Mengingat tingginya ancaman Karhutla serta potensi kebakaran di kawasan pemukiman, Rahman mengajak seluruh elemen masyarakat Kepulauan Selayar untuk meningkatkan kewaspadaan bersama. Menurutnya, peran aktif warga sangat krusial dalam meminimalisasi risiko kebakaran sejak dini.

Rahman membeberkan tujuh langkah praktis yang perlu dipatuhi warga untuk mencegah musibah kebakaran:

* Tidak membuka lahan dengan cara membakar.

* Mengawasi penggunaan alat-alat dapur saat memasak.

* Waspada saat menggunakan obat nyamuk bakar dan lilin, terutama di malam hari.

* Mencabut colokan listrik yang tidak digunakan atau saat akan meninggalkan rumah.

* Memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang.

* Mengecek secara berkala instalasi listrik di rumah masing-masing.

* Mengawasi dan mengendalikan aktivitas pembakaran sampah.

Di akhir penjelasannya, Rahman memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel Damkarmat yang terus bersiaga dan bekerja keras di tengah berbagai keterbatasan sarana dan prasarana.

"Sebagai pimpinan Damkarmat Selayar, saya sangat mengapresiasi kerja keras seluruh anggota di lapangan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," pungkasnya.