![]() |
| Fhoto:Bicarabaik.my.id |
Bicarabaik.my.id- KEP.SELAYAR — Kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor roda dua terjadi di wilayah hukum Polsek Bontomatene. Peristiwa tersebut melibatkan seorang pengendara motor dan tiga pelajar yang berboncengan, mengakibatkan beberapa korban mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis, di Jalan Poros Dusun Boneria, Desa Barat Lambongan, Kecamatan Bontomatene, Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 20.30 Wita.
Kecelakaan bermula saat sepeda motor Suzuki Nex yang dikendarai pelajar perempuan berinisial E (14) berboncengan dengan dua rekannya berinisial Q (12) dan A (13), bergerak dari arah utara ke selatan. Dalam kondisi lampu kendaraan tidak menyala dan berboncengan tiga, kendaraan tersebut bertabrakan dengan sepeda motor Yamaha Nmax yang dikendarai seorang nelayan berinisial D.M. (57) yang datang dari arah berlawanan.
Akibat kejadian itu, pengendara motor Yamaha Nmax mengalami nyeri pada bagian betis kanan. Sementara pengendara dan penumpang sepeda motor Suzuki Nex mengalami luka lecet dan luka robek, bahkan salah satu korban anak harus mendapatkan jahitan medis di puskesmas setempat. Selain korban luka, kedua kendaraan mengalami kerusakan pada bagian bodi.
Petugas piket Polsek Bontomatene segera mendatangi lokasi kejadian untuk mengamankan kendaraan, mengevakuasi korban ke Puskesmas Bontomatene, mencatat keterangan saksi, serta melaporkan kejadian tersebut ke Unit Laka Polres Kepulauan Selayar untuk penanganan lebih lanjut. Mengingat Polsek Bontomatene belum memiliki Unit Lalu Lintas, penanganan awal lebih difokuskan pada upaya kemanusiaan dan pembinaan.
Kapolsek Bontomatene IPTU Rahmat Saleh, S.Sos., menegaskan bahwa pihaknya mengedepankan pendekatan edukatif, terutama karena kecelakaan melibatkan anak di bawah umur.
“Kami lebih mengutamakan pembinaan dan kesadaran masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih peduli terhadap aktivitas berkendara anak-anaknya. Keselamatan harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Ia juga menyoroti masih rendahnya kesadaran penggunaan helm dan kelengkapan berkendara di wilayah Bontomatene.
“Aspal di Bontomatene dan di Benteng itu sama, tidak empuk. Kalau jatuh, tetap bisa menyebabkan luka. Jadi saya himbau kesadarannya, helm dan kelengkapan kendaraan itu untuk keselamatan pengendara sendiri, bukan karena ada atau tidaknya petugas lalu lintas,” pinta IPTU Rahmat Saleh.
Sebagai penegasan, Kapolsek berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama agar orang tua lebih aktif mengawasi anak-anaknya dalam berkendara serta menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak dini demi mencegah terulangnya kecelakaan serupa di kemudian hari.
