![]() |
| Gambar:Ilustrasi oleh Ai |
Bicarabaik.my.id- Kepulauan Selayar- Musibah tenggelamnya perahu yang mengangkut siswa asal Desa Tambuna Kepulauan Selayar pada Minggu, 1 Februari 2026, seharusnya tidak hanya dipandang sebagai kecelakaan laut semata, meskipun tidak menelan korban jiwa. Peristiwa ini adalah cermin dari persoalan yang lebih dalam: ketika akses pendidikan belum berdiri kokoh di tempat yang seharusnya paling aman bagi anak-anak.
Mereka yang seharusnya berangkat sekolah pada hari Senin terpaksa berangkat lebih awal, pada hari Minggu, agar tidak terlambat keesokan harinya.
Laut yang luas memang indah dipandang, tetapi menjadi getir ketika harus dilintasi setiap hari oleh mereka yang hanya ingin belajar.
Anak-anak Tambuna berangkat sekolah bukan sekadar berjalan kaki menyusuri jalan desa, melainkan menyeberangi air yang tak selalu ramah. Di balik seragam yang basah dan buku yang hanyut, ada harapan yang ikut terapung-apung: harapan agar pendidikan tidak lagi menuntut keberanian yang berlebihan. Sekolah semestinya menjadi tempat tumbuh, bukan perjalanan yang menguji nasib.
Para orang tua tidak meminta kemewahan. Mereka hanya menginginkan kepastian bahwa anak-anak dapat belajar tanpa dihantui rasa takut. Penggantian perlengkapan sekolah yang rusak memang penting, namun yang lebih mendesak adalah menghadirkan solusi jangka panjang. Setiap hari yang berlalu tanpa kepastian membuat kecemasan tumbuh seperti ombak yang tak kunjung reda.
Pembangunan SMP di Desa Tambuna bukan sekadar proyek fisik; ia adalah jembatan masa depan. Ketika ruang kelas berdiri, anak-anak tak perlu lagi menantang gelombang demi mengejar mimpi.
Pendidikan seharusnya mendekat, bukan menjauh. Ia mesti hadir di tanah tempat anak-anak berpijak, agar cita-cita mereka tumbuh setinggi langit tanpa harus lebih dulu menyeberangi laut.
Peristiwa ini menjadi pengingat halus namun tegas: keselamatan dan pendidikan tidak boleh dipisahkan. Di antara angin sore dan riak air yang menyimpan cerita, ada suara-suara kecil yang meminta didengar. Suara itu sederhana — biarkan anak-anak belajar dengan aman, biarkan masa depan mereka berlayar tanpa rasa takut.
