![]() |
| Fhoto:Bicarabaik.my.id |
Bicarabaik.my.id- Bogor, Jawa Barat – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan paparan dalam kegiatan Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang digelar di Pusat Kompetensi Bela Negara, Bogor, Jumat (30/1).
Dalam paparannya, Mentan Andi menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi strategis dalam menjaga ketahanan negara secara menyeluruh. Ia menyebut, tanpa ketahanan pangan yang kuat, stabilitas nasional akan mudah terganggu, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun politik.
Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran vital karena menyangkut kebutuhan dasar seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, penguatan ketahanan pangan harus menjadi agenda bersama dan dilaksanakan secara berkelanjutan.
Selain membahas sektor pangan, Mentan Andi juga menyoroti peran penting insan pers dalam pembangunan nasional. Ia menilai pers sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.
Mentan menegaskan bahwa wartawan tidak hanya berfungsi sebagai penyampai berita, tetapi juga sebagai benteng pertahanan publik. Dalam konteks demokrasi, pers memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan informasi serta menjalankan fungsi kontrol sosial.
Ia menekankan pentingnya pemberitaan yang akurat, berimbang, dan berorientasi pada kepentingan bangsa. Kritik dari media, kata dia, sangat diperlukan selama bersifat konstruktif dan berbasis data.
Menurut Mentan, sinergi antara pemerintah dan insan pers menjadi kunci dalam memperkuat kepercayaan publik. Ia juga menambahkan bahwa agenda besar Indonesia Emas membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa.
“Wartawan memiliki posisi strategis dalam membangun optimisme dan kesadaran masyarakat,” ujarnya.
Retret PWI ini dinilai sebagai momentum refleksi untuk memperkuat profesionalisme serta wawasan kebangsaan insan pers. Mentan berharap pers Indonesia terus menjadi pilar demokrasi yang berkontribusi nyata dalam menjaga ketahanan dan persatuan nasional.
